Masuk IPB tanpa Test!

Woha! Dari tanah Bali, mau mengirim kabar bahagia nih buat dedek-dedek SMA yang mau masuk Institusi Science, tapi ga mesti banget jadi scientist dulu :)))

Well, IPB, institusi yang memang dikenal dengan ‘apapun jurusan lo, lo harus dari IPA!’. Harus di-iyain juga sih pernyataan ini. Saya yang notabene anak Manajemen di Fakultas Ekonomi-pun (bersama ribuan anak FE lainnya) adalah anak IPA tulen waktu SMA dulu.

Weits, tapi, sekarang IPB udah makin gaul dengan membuka kesempatan seluas-luasnya buat jurusan apapun lo, masih tetap bisa mengecap pendidikan di kampus sumbernya scientist ini. Pertama, tentu lewat jalur SNMPTN, tapi syaratnya harus ngambil paket IPC, hahaha. Kalau Ujian Talenta Mandiri (UTM), saya kurang tau bisa untuk anak IPS juga atau engga. Sisanya dari USMI (jalur undangan), tapi ya khusus untuk anak SMA.. Even lo milih jururan ekonomi, di Fakultas Ekonomi.

Tapi jangan SEDIH! Karena kita, punya yang namanya Economics Contest, yang hadiahnya –selain belasan juta rupiah-, adalah masuk Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, tanpa SELEKSI!

Akan gue jelaskan sedikit tentang event ini yah. Tahun ini masuk gelaran ke-12. Kalau temen-temen tau Elang Gumilang, pengusaha nomor satu Indonesia itu (googling aja buat lengkapnya hehehe), beliau ngga lain, lolos masuk IPB yah gara-gara ikutan event ini. Kak Elang dan timnya menjuarai EC; yang akhirnya menghadiahi golden ticket buat beliau and friends.

EC itu apa sih?
EC, ngga lain adalah serangkaian kompetisi ekonomi Nasional buat anak-anak SMA. Lombanya ada beberapa tahap; yang pertama babak penyisihan – itu adalah waktunya tiap tim mengirim ide bisnis mereka lewat sebuah proposal business plan. Di tahap ini, cuma akan lolos 20 tim, untuk akhirnya akan diundang ke IPB. Tahap kedua, yaitu semifinal. Semua tim akan bertarung di IPB dengan 4 rangkaian lomba; sampai berakhir di babak Final.

Yang bisa ikutan lomba ini siapa aja?
Anak SMA dan sederajat! Mau kelas 1, 2, atau 3, bebas. Dari jurusan apapun. Campuran juga boleh, asal tetap dari satu SMA.

Selain lomba, acara ini ngapain aja?
Bersenang-senang, dan menjalin relasi se-Indonesia! Ini seriusan; karena EC di-desain untuk eksplorasi minat, bakat, dan kreativitas. Teman-teman akan menginap sekitar 3 hari di Bogor, di satu atap dengan semua finalis dari berbagai belahan Indonesia. Di salah satu lomba, juga ada event marketing yang full outdoor. Bayangin serunya deh. Di hari terakhir juga biasanya ada acara jalan-jalan, semacam campus visit.

Hadiahnya?
Uang tunai dengan total belasan juta rupiah, sertifikat, trofi, dan yang paling penting tim pemenang akan dapat 3 golden ticket buat masuk FEM IPB.

Peraih golden ticket bisa pilih jurusan apa saja?
Bebas! Tinggal pilih salah satu dari semua jurusan FEM. Dari Ekonomi Sumberdaya Pembangunan, Manajemen, Agribisnis, Ekonomi Sumberdaya Lingkungan, sampai Ekonomi Syariah.

Tiketnya bisa dipakai buat kapan?
Selulus-mu, nak. Haha. Kalau yang menang kelas 1, ya udah bisa dipakai dua tahun kemudiannya. Kalau yang menang kelas 3, ya bisa dipakai langsung ^^

Gimana? Seru kan? Yuk ah, cus daftar lombanya. Kunjungi langsung webnya disini nih.
Cuma tinggal hitungan hari. Go get your tickets, buddy ;)


Sekiaaan. Salam penuh cintaaah,

EC : kita Muda, kita Kreatif, kita Majukan Perekonomian Indonesiaa!! ;) –jargon EC dua tahun lalu :’)

Dua tahun lalu. Waktu masih muda dulu. ^^

16 April 2014
Posted by Ratna Sofia

Masih Punya Masa Depan

(Intro)

“Esok lusa jangan kau lupa nak, heroik pejuang muda dulu di atas Hotel Yamato. Insiden perobekan bendera yang tersohor itu”. Bu Resni membenamkan kepala kami dalam goresan kapur di papan tulisnya. Menggambar peristiwa.

Usianya mungkin nyaris 60 saat itu ; guru tertua di SD saya. Perawakannya kurus, tinggi semampai, dan kulit tuanya tertutup keriput disana-sini. Garis wajahnya tegas, dan matanya selalu penuh harapan. Beliau, adalah guru terbaik sepanjang massa. Guru kebanggaan saya.

Dari Bu Resni, kami mengenal Sjahrir, Hatta, sampai sang Jenderal AWS Mallaby. Dari Bu Resni, kami belajar mencintai ibu Pertiwi.
Beliau orang baik. Pendidik yang hebat. Penumbuh harapan. Dan selalu membuat kami percaya, Indonesia masih punya masa depan.

---

Tahun 2014, detik-detik mulai masuk tahun politik. Saya, kamu, kita, sama-sama tau, rentetan ulah yang dibuat wakil rakyat dari partai berwarna merah, kuning, biru, hijau, jingga, dan seterusnya. Dan saya, kamu, kita, sama-sama muak setiap kali KPK berhasil menggenapkan satu per satu koruptor sebagai tangkapannya.

Lalu, saya, kamu, kita, sibuk mencerca. Partai korup. Partai penipu.

Tapi, seandainya ada orang baik yang mampu dan mau memperbaiki Negara kita, harus lewat jalan apa dia masuk? Sementara keputusan tertinggi selalu ada pada politik. Kita skeptis, dan terus bertahan skeptis..

Partai (yang berdasarkan data) terkorup, PDIP, bahkan mampu melahirkan seorang Jokowi.
Partai (yang berdasarkan catatan sejarah) amat buruk, Gerindra, bahkan mampu melahirkan Ridwan Kamil.

Saya percaya, masih banyak orang-orang baik yang bisa dititipkan negeri ini. Sama halnya seperti saya percaya pada pendidik saya, Bu Resni; dan sang pendidik, pencetus Indonesia Mengajar, Anies Baswedan :))  Kunjungi web ini  buat tau alasannya :))

Saya izin copy tulisan Pandji Pragiwaksono, tanpa bermaksud melemahkan/ mengusung suatu partai. Berikut ulasannya :

Waktu Mas Anies Baswedan maju sebagai capres konvensi Demokrat, orang orang nanya kenapa mau jadi bagian partai yg korup banget.

“Duuuh kenapa harus Demokrat sih? Itu kan partai paling korup?”

Jawaban saya (dan kami yg mendukung beliau) karena kami percaya sudah waktunya untuk membersihkan partai partai busuk dari dalam. Dan saya percaya kalau perjuangan mengubah politik Indonesia membutuhkan figur sentral, Anies Baswedan lah orangnya.

Kini dengan ramainya harapan orang terhadap Jokowi yg maju jadi capres, saya berharap orang orang memiliki optimisme yang sama dengan saya, bahwa Jokowi mampu membersihkan PDI-P dari dalam. Orang lupa bahwa PDI-P pun bukanlah partai yang bersih dari korupsi. Namun sinar Jokowi seakan membuat orang lupa atau tak mau tahu.

Perjuangan utama kami di para Relawan Turun Tangan adalah berubahnya peta politik Indonesia, lewat figur figur bersih, baik & kompeten. Seperti yang pernah saya tulis di sini 

Saya sendiri akan terus & selalu mendukung Mas Anies Baswedan sebagai capres. Karena saya masih percaya bahwa Mas Anies akan jadi Presiden yang lebih baik daripada Jokowi.

Anda yang membaca ini, bebas dukung siapapun selama anda bisa yakin pilihan anda benar & anda jalan di jalan yang terhormat.


Saran saya, apabila ada lagi orang orang bersih, baik & kompeten mau maju ke kancah politik, kita dukung mereka.

Mari, kita ubah politik Indonesia

Lewat kekuatan rakyat.

---

“Banyak pemimpin baik di negeri ini. Mereka menumbuhkan harapan, Indonesia masih punya masa depan.” – Najwa Shihab.

4 April 2014
Posted by Ratna Sofia

Jakarta Running Man!

Mau sedikit flashback ah. Kalau kita bertiga pernah ada di keseruan ini, sangat seru. Namanya JRM, alias Jakarta Running Man, bagian dari Trisakti Economics Business Fair Competition. Thanks buat Trisakti yang udah sukses kacau!

Setu Babakan, Kampung Budaya Betawi Setu Babakan :D
Jadi TEBFC itu adalah lomba pertama yang gue, erdi dan tiwi ikutin sebagai tim. Ikhwal kebentuk tim ini gue lupa. Yang jelas awalnya berdua sama si Tiwi, kemudian kita ngadain seleksi buat satu pendamping lagi. Hahahaha. Beberapa nama muncul, sambil kita list strength dan weakness-nya. Dan hap! Ngajakin Erdi untuk gabung akhirnya.

Kita ikut cabang Business Plan, lolos 20 besar, girangnya bukan main! Selain karena Bisplan pertama, ini lomba juga adalah salah satu yang ter-kompetitif di Indo, dan hadiahnya gede :p Kenapa terkompetitif? Pertama, karena track record-nya dari tahun ke tahun. Kedua, jurinya ada 5 orang yang akan ngeroyok lo sekaligus. Ketiga, dari semua finalis yang lolos, adalah Univ kece semua, waktu itu didominasi UGM, UI, UBAYA, ITS, UNIBRAW, dll. Dan keempat, rangkaian lombanya lamaaaaa banget, mesti nginep 4 hari 3 malam.

Kita niat pisan sama yang perdana ini, kepo sana-sini gimana trik menangin lomba. Masih kerekam jelas, waktu cetak proposal ke Oke Print bareng erdi, tiba-tiba di tengah jalan turun hujan badai. Dan, duaar! Ban motor pecah. Di tengah badai, jauh dari bengkel, masih jauh dari Okeprint, jadilah kita jalan, sambil erdi dorong motornya. Ujan-ujanan. Belum lagi perjuangan si Tiwi bikin maket produk kita, bikin sofa yang bentuk aneh-aneh, dan kudu pakai endek (bokapnya yang bikinin sih).

Segala keseruan ada banget di lomba ini. Mulai dari perjalanan Bogor-Trisakti kita yang naik bis, sambung Kopaja, sampai tas dan bawaan yang lebih heboh dari pulang kampung. Ga ada mahasiswa-mahasiswanya -_- Segala konflik dengan panitia, sampai sebuah peristiwa malam hari di Apartemen mewah yang kita tempati, di kamar kita bertiga tepatnya. (Serius ga bohong). Malam itu kita lagi latihan, tiba-tiba ada yang ngetok pintu, sambil bilang... "Mba...."; gue jawab, "Ya...?". Ga ada jawaban. Kita cuekin. Lanjut latihan. Sampai akhirnya pintu kamar kita kebuka, kreeeek...

Ah udahlah, skip, skip, skip.

Selebihnya adalah semua keseruan pas lomba. Produknya gila! Inovatif semua. Ga salah kan gue bilang, ini kompetisi terkompetitif. Presentasinya dua hari, dan kita kebagian hari kedua. Cuma bisa pasrah, dan berharap keajaiban yang bisa bikin lolos. Disini ketemu juga sama Kak Iqbal and friends, tim dari AGB 46, yang ternyata lolos juga di 20 besar. Jadilah kita reunian kecil-kecilan ala IPB..

Singkat cerita, hari ketiga pun tibaaaaa. Dari si apartemen, kami meluncur ke Setu Babakan, yang lumayan jauh, lebih dari sejam perjalanan bis. Dan sampai disanaaaaaaaaa, taraaaaaaa Kampung Betawi! Rombongan kami benar-benar disambut, layaknya rombongan nikahan. Ada pencak silat dan balas pantun dari ncang-ncing Betawi ini. Bener-bener disewa khusus buat kita deh intinya. Nah kita peserta berjajar, berderet, seperti layaknya rombongan nikahan, kemudian digiring sama mereka plus ondel-ondelnya. Seru, kan?

Setelah penyambutan, acara haha-hihi bentar, bentuk tim, dan JRM-pun dimulai! Kita lari-larian menyelesaikan misi ini-itu, gendong-gendongan, siram-siraman air, buat boneka ondel-ondel, makan kerak telor, dan lain-lain. Gak salah banget disebut Jakarta Running Man. :)))

Malam Puncak
Sampai akhirnya, acara puncak menyambangi juga. Malam apresiasi. Gala dinner. Dan pengumuman semua pemenang lomba….

Udah ikhlas, apapun hasilnya. Kita udah usahain yang terbaik, dan dapat banyak hal banget di acara ini.. Satu-satu muka tertunduk dari semua peserta. Hampir ratusan jumlahnya..

…..


Harapan kedua, jatuh kepada…. “IPB Tim Duaaaaaa”.. Tepuk tangan bergemuruh. Hei, itu timnya Kak Iqbal and friends :’)

Kemudian..
Harapan kesatu,
Juara ketiga,
Satu-satu disebut..

Tertinggal dua tim lagi..

Juara kedua, diraih oleeeeeh.. “E-Grees!! IPB Tim Satuuu!”. Wohoo, kita spontan berdiri dan ada teriak yang tertahan :’)

….

:))

Finally :')
-         
-----

Dokumentasi :

JRM 2012



Erdi suit buat ngerebutin games 500ribu :p
1 April 2014
Posted by Ratna Sofia

Akhir dari Temple Run

“Brojoolllllllll..!!”. Mungkin kata yang paling bisa ngegambarin anak tingkat akhir begitu keluar dari ruang sidang.

Ah, sampai di titik ini, gue masih amat takjub sama jiwa kompetisinya Mene 47. Rasanya baru kemarin masih adaaaaa aja yang suka ‘gede-gedean’ nilai UTS-UAS. Atau masih ingat betul rasanya ‘panas’ gegara pada ikutan lomba atau event nasional, terus kita lomba-lomba juga buat ikutan yang lebih kece. Hahaha. ‘Kepanasan’ yang membangun sih, walaupun kadang-kadang : euuum.. (Di lain kesempatan nanti akan gue tulis semua kisah petualangan bareng duo cumlaude, duo aktivis : erdi dan tiwi *salim)

Di tingkat akhir, suhu panas lagi-lagi kecipta. Pasalnya, ada yang buat gara-gara. Seminar hasil di November! (ampun Nat, Ri). Desember ga usah ditanya.. Januari makin menjadi-jadi. Dan puncaknya, Februari ada yang udah sidang -___- Semua makin panas. Panasnya gak kekontrol lagi.

Temple Run.
Salah satu games favorit di Andoid

Buat gue pribadi, adalah dia yang bisa jadi caption buat merangkum perjalanan tingkat akhir ini.

:))

...  saat orang-orang udah pada seminar hasil, dan elo malah ganti topik ....

Panik.... Merinding.....

Tapi ada hal yang kemudian meyakinkan, kalau kita adalah orang-orang yang lahir untuk hal yang gak biasa. Untuk selalu siap bekerja di bawah tekanan. Untuk selalu tegakin kepala buat tanggung jawab sama pilihan kita.

Akhirnya, bismillah, tanggal 2 Januari mulai dari nol, mulai buat pendahuluan lagi, mulai buat latar belakang lagi. Walaupun di tanggal 5 sampai 20 Januari terpotong disana-sini untuk UAS dan farewell. (-_-) Pasca tanggal itulah, Temple Run I dimulai. Kerja kaya orang gila. Hampir ga pernah di kosan demi data. Mematikan whatsapp demi ga terhubung ke dunia selain skripsi. Udah ga bisa bedain, mana dini hari, mana malem, mana pagi, mana siang. Hampir pecah gara-gara otodidak SPSS dari nol lagi.  Alhamdulillahnya, bisa nulis kayak aliran sungai. Saat itu adalah pertama kali gue bersyukur, pernah jadi editor OMG :’)

.. Ada hal yang memang gue kejar di Temple Run I. Dialah demi sebuah tiket liburan yang bertuliskan : ‘3 Februari, Stasiun Senen, 22.00’.

Dari tanggal 30 januari-3 februari pagi masih suka kocar-kacir nemuin dosbing, revisi ini itu. Dan siangnya masih nyempatin ke seminar si Pikri.

Tapi tepat pukul 22.00, hati sama pikiran udah gue titipkan seutuhnya bareng kereta yang membawa gue dan teman-teman ke suatu tempat liburan indah! Hahahaha.

(Hening seminggu penuh)

Sampai akhirnya tanggal 11 Februari udah di Bogor lagi, udah mesti menghadap Dosbing lagi. Hasil pertemuannya sederhana : ‘kamu seminar hasil tanggal 14’. Sesak nafas!

Padahal cuma iseng ngusulin .....

Yauds. Challlenge accepted.

Temple Run II dimulai. Cuma punya waktu dua hari buat daftar seminar, revisi, print, acc, bikin ppt, dan siapin semua kebutuhan seminar.

Belum kekumpul nafasnya, detik-detik sebelum seminar si Bapak kemudian mengultimatum lagi...

“Kamu Ratna, sidang tanggal 25 Februari 2013, pukul 10.00”

...........

Hening.

(Tapi pak..)

Tapi, akhirnya cuma bisa nge-iyain.

Tanggal 15-16 leyeh-leyeh dulu pasca seminar, ceritanya mau nafas dulu..

Tapi kemudian...

Tanggal 17, tes Toefl.
Tanggal 18, daftar sidang.

Kurang ngaco apalagi -___-

Terhitung sejak tanggal 18 itulah, gue merasa hidup amat berantakan. The real Temple Run is on the games! Sejujurnya masih menyesali diri kenapa gegabah amat daftar sidang. Pas daftar, awalnya ngira.. ‘ah masih ada seminggu ini buat belajar kompre sama revisi kalau emang ada yang mau diperbaiki. Kemarin aja bisa..’

Tapi ternyata......

Bureaucracy. Yang kalau kata Karan, kalau dilafalin : b-u-r-e-a-u-c-r-a-c-y. Quite a long loooong way. Hzz.

Tanggal 19-24, masa-masa yang.....
Yang bener-bener bikin nangis. Bener-bener ngambil kewarasan. Yang ini diskip aja.

Puncaknya, tanggal 24 Februari (H-1 sidang)

‘Saya lagi sakit euy.. Kemungkinan besok ngga bisa nguji..’

...

‘Kalau kamu ga dapat dosen pengganti, sidang buat besok terpaksa ga bisa..”

*nelen ludah*

Guepun disuruh pulang. Nanti siangan disuruh balik lagi. Buat kepastian jadi apa engganya besok sidang... AllahuAkbar. :’)

25 Februari, detik-detik sebelum Sidang.
Seumur-umur main ke Dufan, paling banter naik roller coster yang kecil itu. Ga pernah berani, dan ga akan mau naik si roller coster raksasa. Tapi kemarin, pagi hari di 25 Februari, i’m in.

Belum pernah ngerasa jantung dipermainin kayak gitu. Belum pernah.

Seandainya aja, belajar komprenya bener dan dari jauh-jauh hari... ga akan ada yang namanya deg-degan. Seandainya aja gue pinter dan penghafal pelajaran... .....

Hmmmmff..

Pukul 10.00-13.20.

Ngik-nguk-ngik-nguk.

Sidang terlama apa gimana yah :’) Hampir 3 setengah jam disidang... Yang lain dua jam juga udah ada yang beres :(

Tiga setengah jam itu isinya : cecaran pertanyaan kompre, beranak-pinak, bercucu-cicit, ketawa-tawa, dimarah-marahin masa gitu aja gatau, masa lupa (padahal gue udah jawab dengan bener 5 poin dari 6 poin -_-. Katanya harus sama persis sama jawaban yang ada di slide, hiks.). Ditanyain satu kata paling penting dalam produksi apa, hiks apa atuh, ditanyain rumus ini itu, disuruh buat persamaan sendiri dengan soal yang dikarang saat itu juga, udah gue kerjain tetep aja dimarahin haha ~_~ Pas ditanya kalau langsung gue jawab, katanya kamu mikir dulu lah jangan langsung jawab. Giliran pertanyaan berikutnya pas minta waktu buat mikir, dimarahin lagi ditanyain mau mikir sampai berapa jam, padahal ga nyampe 30 detik hiks. Udeh serba salah pokoknya mah. Hahaha, tapi overall seru! Seneng liat mereka ketawa terbahak-bahak ngerjain gue :’) Huft. Aku rapopo.

Abis kompre, disuruh keluar bentar. Belum semenit dipanggil lagi. Lulus kompre. Lanjut sidang skripsi. Diawali dengan presentasi. Blablablabla.

Abis itu, skripsinya dibongkar abis. Ditanyainnya satu-satu, sampai titik komanya. Sampai garis-garisnya. Mau didebat, inget pesan dosbing, ga boleh ngelawan.. Iya-iyain aja katanya. -.-
Dua jam wawancara skripsi. Dikepoin sampai mendalam abis tentang brand equity. Soalnya jarang yang make  -_- Jadi ceritanya gue tumbal. Aku rapopo. :’)

Puas nanya, akhirnya mereka kasian juga. Dan akhirnya gue disuruh keluar lagi.

Nunggu pengumuman..

Tiktok tiktok tiktok

Udah ga deg-degan lagi. Ibarat kata, jantungnya udah abis dipake buat tadi pagi sebelum kompre.

...

10 menit kemudian...

Masuk ke ruangan lagi. Hening.

.....

Sekarang kamu pulang, bawa skripsi ini, kembali lagi nanti dengan yang terbaik. Kamu lulus..”

Saat itu, cuma bisa senyum hormat, sambil menundukkan kepala :”””

Kemudian, bapak penguji yang paling paling paling ngobrak-ngabrik dan marah-marahin sepanjang sidang, angkat bicara..

“....... saya suka cara penyajian kamu, Ratna. Sangat. Keluar dari ruangan ini, bawa nama manajemen di luar sana.. Di marketing.. Di tempat kamu selayaknya ada”

Merinding.

- The end.

Hahahahaaha. Pengen nangis, tapi udah abis air matanya dibuat sebelum sidang. :’))

Keluar ruangan cuma bisa meluk satu-satu orang-orang yang udah setia banget nungguin 3 jam tanpa jeda. Juga panitia sidang aku yang baik banget : Alvin, Tiwi, Setia. Huhu, makasih yaaaah. Alvin Tiwi yang kocar kacir kemarinnya nyari bingkisan buat penguji, yang bungkusin, yang beliin ini itu, yang jadi PDD juga, yang nemenin, yang beliin makanan, yang ngasih kado. Hiks. Thanks a lot!

Buat temen seperjuangan, Cindew! Yang kita latian kompre di LSI, yang saling nyemangain pas hari H sidang yeh. Hahaha, finally ya bu! :D

Buat mereka-mereka yang lain yang sudah dataaaaaang dan jadi orang-orang pertama yang gue liat pasca sidang : Riri, fikri, rara, desi, yuds, dan semua teman-teman mene yang waktu itu (hiks lupa siapa aja). Geng perahu; hadi, willy, ghazian, eril, zul. Anteng banget kayanya yah uuu. Juga Iza dan Ekky, thanks buat magnumnya :3

Udah itu aja.

Wkwkwk. Iya deh, buat yang ter-unyu, dan tumben inisiatif, Teman Sepermainan! Speechless liat bawaannya :3 Bikin spanduk beneran...... Fotonya unyu gitu lagi hahah. Suka! :D Pokoknya makasih buat semuanya, tems! Buat spanduk, stereofoam penghargaan Sarjana Peresnya, buat buket bunganya, buat coklatnya, dan buat nungguin sampai bolos kuliah :p


...

Yang pasti, tiga setengah tahun disini adalah buat mereka, orang-orang yang ga pernah terputus doanya. Orang-orang yang selalu terpaut hatinya, meski ada jutaan mil jarak yang kepisah :”
  • Ayah sama Ibu, yang jadi ikut-ikutan panik sepanjang hari dan selalu nelponin, selalu ngekhawatirin..
  • Bang Ib, yang entah udah berapa lama ga ketemu.. Betah banget kayanya sama kemewahan di Dubai, ga pulang-pulang :(
  • Bang On, yang selalu available, walaupun sibuk terus sama kerjaan, kerjaan, dan kantor..
Sampai ketemu di April, kita semua, In shaa Allah :’))

Oh ya dan terakhir, makasih buat pembimbing paling baik, bener-bener paling baik, Pak Edward :’) Makasih banyak, banyak, banyak, Pak...... :o)

Pada akhirnya gue tau, main Temple Run sungguh melelahkan. Harus serempet ini itu, tapi ga boleh tumbang. Harus lari terus walaupun kiri kanannya jurang, dan ga tau di depan ada singa atau malah naga. Tapi saat lo berhasil ada di garis Finish, dengan high score, dialah setinggi-tinggi kemenangan, cheers ;)

Thanks buat semua coklat, magnum, kalung, buket bunga, tas, styrofoam, surat-surat, sampai spanduk yang meramaikan pasca sidang :)) Much love! Akhirnya jadi lulusan ke-7 di Manajemen 47 :p







 
26 February 2014
Posted by Ratna Sofia

- Copyright © Anak Muda -Metrominimalist- Designed by Johanes Djogan -